Haul Guru Tua, Bukti Kecintaan Mereka



“Jika saya wafat, laksanakanlah Haul setiap tahunnya.”. Kira- kira begitulah pesan Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri atau biasa dikenal dengan sebutan Guru Tua. Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri lahir pada 14 Sya’ban 1309 atau 15 Maret 1890 di kota Taris (+- 5 Km dari kota Siwun Hadramaut Yaman) dan wafat pada tanggal 12 Syawal 1389 yang bertepatan dengan tanggal 22 Desember 1969.




Sis Al Jufri untuk pertama kalinya datang ke Indonesia bersama Ayahnya pada tahun 1296 H atau 1878 M yang bertujuan untuk menemui keluarganya yang berada di Tanah Jawa dan Sulawesi.




Di Palu dan beberapa daerah di Sulawesi Tengah Sis Al Jufri berdakwah dan mengajar sebelum akhirnya beliau mendirikan Perguruan Islam Alkhairaat yang dibuka dengan resmi pada tanggal 14 Muharram 1349 yang berdasarkan hisab falaki bertetapan dengan tanggal 11 Juni 1930 M.




Perguruan Islam Alkhairaat sebelumnya bernama Madrasah Alkhairaat Islamiyyah. Bertujuan untuk mencerdaskan dengan cara memberikan pendidikan dan pengayoman, sehingga dengan pendidikan tersebut menjadikan umat terhapus dari kebodohan dan kemalaratan serta menjadikan hidup lebih berarti dengan ilmu yang didapatkan.




Di Palu, tempat di mana Al Khairaat didirikan nama Sis Al Jufri menjadi bagian di dalamnya. Terdapat salah satu jalan bernama Sis Al Jufri di mana komplek Al Khairaat berada dan Sis Al Jufri juga menjadi nama Bandara Udara Ibu Kota Sulawesi Tengah yaitu Mutiara Sis Al Jufri (Nama bandara sebelumnya adalah Mutiara).




Kini, perayaan Haul Guru Tua memasuki tahun ke 49, yang mana setiap tahunnya jamaah yang hadir selalu membludak.




Sejauh mata memandang Jalan Sis Al Jufri atau kawasaan Wisata Religi Sis Aljufri dipadati jamaah.




Sedari pagi jamaah terus berdatangan dan menempati tempat yang disediakan. Berasal dari beberapa daerah di Sulawesi dan juga luar Sulawesi seperti Jawa, Kalimantan, dan Maluku.




Anak-anak pun tak ketinggalan turut serta menghadiri Haul setiap tahunnya, meski harus berdesak desakan dan berpanas-panasan.




Jamaah mendengarkan ceramah dan melantunkan doa-doa sebagai bukti kecintaan mereka akan Guru Tua dengan semua yang ditinggalkan untuk warga alkhairaat dan warga Palu pada umumnya serta seluruh umat islam.




Tak lupa, beberapa jamaah membeli poster dan foto, serta segala asesoris yang bergambar dan berhubungan dengan Guru Tua untuk digunakan dan di pajang di dalam rumah.




Di akhir acara Ketua Umum Alkhairaat KH. S. Saggaf Muhammad bin Idrus Salim Al Jufri memberikan beberapa amanah kepada para jamaah yang hadir terkait keislaman dan kealkhairaatan dan ditutup oleh doa yang dipimpin langsung olehnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mereka yang Tidak Merasa Tersaingi

Reklamasi Dan Modernisasi Teluk Palu

Hikayat Merpati Balap