Tarian Tradisional Dero Sebagai Rasa Syukur Tahun Baru


Tahun Baru || Ada yang berbeda dari perayaan tahun baru Di Desa Hanggira Kec. Lore Tengah Kab. Poso, Sulawesi Tengah. Sejak pukul sepuluh malam, warga berbondong mendatangi baruga desa untuk menyambut tahun baru 2018. Dan seusai kembang api dinyalakan dan ditembakkan ke angkasa wargapun bersiap melakukan tarian dero.




Warisan Leluhur || Dero adalah sebuah tarian tradisional masyarakat yang mendiami Kab. Poso. Merupakan warisan dari leluhur yang terus dilestarikan dan dilaksanakan hingga kini. 




Kebahagiaan || Tak pandang usia dan tak pandang gender, semua berkumpul dan menari bersama sebagai rasa syukur dan ungkapan kebahagaiaan  atas apa yang diberikan Tuhan.




Lingkaran || Tarian dero  dilakukan dengan membentuk lingkaran dan saling berpegangan tangan. Menari dan bergerak searah jarum jam dengan diiringi musik dan nyanyian.




Antusias || Masyakarat begitu antusias dan penuh keceriaan. Dan jika lingkaran telah mencapai batas tempat, maka akan ada lingkaran baru di dalam lingkaran.




Sampai Pagi || Tarian dero dilakukan sampai pagi menjelang, dalam berbagai acara, seperti pesta adat, pesta panen dan pergantian tahun baru serta acara hiburan lainnya.




Persatuan || Sarat akan makna persatuan, dan kekerabatan. Tak jarang, tarian dero ditampilkan dalam festival budaya dan kegiatan yang bersifat pariwisata lainnya. Dilakukan sebagai upaya untuk tetap melestarikan dan memperkenalkan tarian dero kepada masyarakat luas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mereka yang Tidak Merasa Tersaingi

Reklamasi Dan Modernisasi Teluk Palu

Hikayat Merpati Balap