Postingan

Angkutan Kota di Ambang Kepunahan

Gambar
  Pernah suatu ketika, Ayah saya melakukan kontrol penyakitnya di salah satu rumah sakit di kota Palu. Setelah selesai, dia mengirim pesan singkat. Katanya dia telah selesai kontrol dan tak perlu menjemputnya, dia ingin melanjutkan rapat dan ingin naik angkot saja. Namun saat itu Ayah saya harus menunggu satu jam hingga akhirnya angkot lewat dan membawanya ke tempat rapat.   Angkot atau angkutan Kota, di Palu disebutnya taksi, Adapun taksi bersistem argometer disebut ‘argo’. Ketika saya kecil saya begitu akrab dengan taksi. Setiap berkunjung ke rumah nenek pasti menggunakan taksi yang saat itu masih mudah ditemukan di jalanan. Berbeda kini, bahkan Ayah saya harus menunggu selama satu jam hanya untuk satu taksi yang lewat. Saya tidak menyalahkan perubahan. Tapi saya berkaca pada kota – kota lainnya yang merupakan Ibu Kota Provinsi namun masih begitu mudah ditemukan angkutan kota dengan banyak penumpang, seperti Makassar, Manado, Surabaya, Bandung dan kota – kota lainnya. K...

Ngata Uventira

Gambar
Ngata Uventira atau Wentira. Kami menyebutnya kota atau kampung yang tak kasat mata. Terletak 41 km arah timur laut kota Palu, ibu kota Sulawesi Tengah. Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya kota Palu, Uventira tidak hanya berupa dimensi gaib atau mitos belaka. Uventira telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Uventira dipercaya menjadi tempat 'meminta' jabatan, kekayaan, kesembuhan penyakit, dan ilmu tenaga dalam. Beberapa cerita mengenai Uventira mengantarkan saya bertemu dengan Iin (25) tahun 2017. Saat masih berstatus sebagai mahasiswi pada tahun 2015, Ia meminta pamannya untuk diantar ke jembatan Uventira yang diyakini sebagai pintu gerbang menuju alam Uventira. Ia berpesan kepada pamannya agar tak perlu mencarinya karena Ia telah memiliki 'suami' di alam Uventira. Sebuah keputusan yang menggegerkan warga kampungnya. Terlepas dari keyakinan beragama, fenomena Uventira sebagai simbol astral telah menjadi media '...

Kumpul Haru Di Perumnas Balaroa

Gambar
Lebaran telah usai, Di Indonesia, berkumpul bersama keluarga setelah melaksanakan sholat id sudah merupakan tradisi sejak lama, seperti yang dilakukan di Perumnas Balaroa, Kota Palu Sulawesi Tengah, tradisi kumpul keluarga berlangsung begitu haru, karena kini tak ada lagi bangunan rumah yang saban tahun digunakan untuk kumpul keluarga. Tak ada lagi ruang tamu tempat bersalam salaman dan tak ada lagi ruang keluarga tempat berkumpul menyantap hidangan terbaik. Gempa  bumi dan likuifaksi menghancurkan rumah dan mengubur beberapa anggota keluarga pada 28 September 2018. Agung (32), membawa anak dan istrinya ke Perumnas Balaroa, di mana rumahnya pernah berdiri. Kumpul keluarga kali ini begitu membuatnya sedih. Ibunya, juga pamannya beserta keponakannya menjadi korban saat likuifaksi meluluhlantakkan Perumnas Balaroa. Hanya doa yang ia panjatkan setelah sebelumnya menabur bunga di sisa reruntuhan bangunan. Keluarga Bapak H. Tangge (60), usai melaksanakan Sholat Id ia ...

Palu Napane

Gambar
Napane ||  Di Palu, Sulawesi Tengah, suhu 35 – 37 derajat celcius adalah hal yang biasa dirasakan oleh masyarakatnya. Bahkan dari data Bmkg, saat musim kemarau, suhu di Kota perlintasan garis khatulistiwa ini bisa mencapai  40 derajat celcius. Komentar masyarakat hampir semuanya sama, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Berkomentar kalau matahari di Palu ada dua atau bahkan lebih. Matahari di kota Palu panasnya luar biasa dan bisa sangat menusuk di kulit, jika tidak memakai pakaian yang tertutup atau menggunankan lotion , kulit akan terasa perih dan menjadi gosong. “ Napane ” merupakan bahasa kaili yang berarti panas yang sering terdengar saat matahari lagi panas – panasnya. Netizen melihat meme yang menjelaskan bahwa Kota Palu berada di luar planet Bumi dan lebih dekat ke Matahari. Uliana, berjalan menggunakan payung untuk berlindung dari terik matahari. Pada beberapa kendaraan, terdapat penutup tangan yang melindungi telapak tangan dari terik ...

Tarian Tradisional Dero Sebagai Rasa Syukur Tahun Baru

Gambar
Tahun Baru || Ada yang berbeda dari perayaan tahun baru Di Desa Hanggira Kec. Lore Tengah Kab. Poso, Sulawesi Tengah. Sejak pukul sepuluh malam, warga berbondong mendatangi baruga desa untuk menyambut tahun baru 2018. Dan seusai kembang api dinyalakan dan ditembakkan ke angkasa wargapun bersiap melakukan tarian dero. Warisan Leluhur ||  Dero adalah sebuah tarian tradisional masyarakat yang mendiami Kab. Poso. Merupakan warisan dari leluhur yang terus dilestarikan dan dilaksanakan hingga kini.  Kebahagiaan || Tak pandang usia dan tak pandang gender, semua berkumpul dan menari bersama sebagai rasa syukur dan ungkapan kebahagaiaan  atas apa yang diberikan Tuhan. Lingkaran ||  Tarian dero  dilakukan dengan membentuk lingkaran dan saling berpegangan tangan. Menari dan bergerak searah jarum jam dengan diiringi musik dan nyanyian. Antusias ||  Masyakarat begitu antusias dan penuh keceriaan. Dan jika lingkaran telah men...

Suku Bajau yang Resah dan Mulai Memikirkan Masa Depan

Gambar
Laut|  Suku Bajau yang dikenal sebagai pengembara lautan, tak bisa jauh dari perairan. Hidup berdampingan dengan air laut tak berarti mereka tidak membutuhkan air tawar. Keresahan|  Air tawar untuk keperluan minum dan masak menjadi keresahan bagi suku Bajau yang tinggal di Desa Kulingkinari, Kecamatan Batudaka, Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah. Perahu|  Di Desa Kulingkinari sendiri terdapat 1076 warga dan 238 Kepala Keluarga yang terbagi di dua dusun dan lima rukun tetangga (RT). Perahu merupakan alat transportasi utama bagi mereka yang tinggal di kepulauan. Tersebar|  Suku Bajau yang nomaden tersebar di berbagai kepulauan dan daerah pesisir di timur Indonesia dan telah beranak pinak.  Air Minum|  Ketika kaum lelaki pergi melaut, kaum ibu pun sibuk mengambil dan memikul air untuk keperluan minum dan masak yang jauhnya 2,5 km. Karena air yang bersumber di tiga buah sumur di Desa Kulingkinari memiliki ai...

Haul Guru Tua, Bukti Kecintaan Mereka

Gambar
“Jika saya wafat, laksanakanlah Haul setiap tahunnya.”. Kira- kira begitulah pesan Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri atau biasa dikenal dengan sebutan Guru Tua. Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri lahir pada 14 Sya’ban 1309 atau 15 Maret 1890 di kota Taris (+- 5 Km dari kota Siwun Hadramaut Yaman) dan wafat pada tanggal 12 Syawal 1389 yang bertepatan dengan tanggal 22 Desember 1969. Sis Al Jufri untuk pertama kalinya datang ke Indonesia bersama Ayahnya pada tahun 1296 H atau 1878 M yang bertujuan untuk menemui keluarganya yang berada di Tanah Jawa dan Sulawesi. Di Palu dan beberapa daerah di Sulawesi Tengah Sis Al Jufri berdakwah dan mengajar sebelum akhirnya beliau mendirikan Perguruan Islam Alkhairaat yang dibuka dengan resmi pada tanggal 14 Muharram 1349 yang berdasarkan hisab falaki bertetapan dengan tanggal 11 Juni 1930 M. Perguruan Islam Alkhairaat sebelumnya bernama Madrasah Alkhairaat Islamiyyah. Bertujuan untuk mencerdaskan denga...